.quickedit{ display:none; }
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Mendidikak dan Mengajarkan Keimanan pada Anak*



Allah berfirman dalam surat At-tahriim ayat 6 :
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusa dan batu, penjaganya malakat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan elalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Rasulullah Saw bersabda :
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang suci (fitrah), maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.: (HR. Bukhori)

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada hadits diatas, bahwa yang menyebabkan seorang anak menjadi Yahudi atau Nasrani ataupun Majusi, tidak lan adalah orang tuanya sendiri. Orang tua merupakan faktor dominan yang akan membentuk karakter seorang anak, yaitu dengan memanfaatkan saat-saat awal seorang anak mengalami pertumbuhannya.

Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangatdisayangi dan dicintainya. Anak yang shahih merupakan dambaan dambaan orang tuanya, dan juga salah satu aset bagi kedua orang tua dunia dan akhirat.

Karena itu sebagai orang tua yang bijaksana, meski mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. Beberapa langkah yang cukup membantu mewujudkan obsesitersebut, diantaranya :
1.      Opini atau persepsi orang tua tersebut benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah saw, bersabda :
“Jika manusia mati, mka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga : sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)
2.      Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah terciptanya anak yang shalih.



*) dirangkum dariMajalah Suara Muhammadiyah edisi No. 20 TH ke-99 16-31 Oktober 2014. Halaman 33-34

Rabu, 22 Januari 2014

Al Qur'an Jalan Hidupku



PIDATO BAHASA INDONESIA
TPA AN NIDA BANYUBIRU

PEMBUKAAN
ASSALAMU’ALAIKUM WR.Wb

            Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan segala nikmatnya, siang dan malam tanpa perhitungan, yang tidak pernah mengantuk dan Maha memelihara semua makhluknya. Pemberiaanya tidak terhitung dan terkira, tak ada ungkapan syukur yang terucap dari lisan sang hamba yang lemah ini melainkan ucapan “ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN”
Apa ,,,,,    ALHAMDU ........... LILAH

            Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada nabi kita, Nabi Muhammad SAW yang berbudi luhur dan penyempurna akhlak manusia.

            Hadirin yang dirohmati Allah .....
            Cukuplah bagi kita sebagai generasi muslim saat ini, yang meyakini dengan sepenuh hati bahwa Al qur’an sebagai sebaik-baiknya petunjuk hidup, sumber kebahagiaan dan jalan keselamatan, meyakini dan meridhoi semua hal-hal yang telah Allah atur dalam Al Qur’an yang mulia. Allah berfirman :




1.      Alif    Lam    Mim
2.      Kitab (al qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Kalau kita meyakini Islam sebagai agama yang benar disisi Allah, pasti meyakini pula wahyu Allah dan meyakini pula bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pembawa kebahagiaan dunia dan akherat.
AMIN ..... ALLAHUMA ....... AMIN.

Hadirin yang selalu berbahagia,
Perlu diketahui pula bahwa tidak akan diterima Amal Sholeh tanpa iman, dan tidak pula diterima iman tanpa amal sholeh. Kalo diibaratkan Iman itu sebagai akar pohon dan amal sholeh itu buahnya.

Nabi Muhammad juga bersabda :
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman” (HR. Abu Thabrani)

Shobat muslim yang berbahagia,
Setelah beriman, kita harus menjadikan Al qur’an sebagai jalan hidup, artinya Al qur’an sebagai landasan pertama dari setiap amal/perbuatan  kita selama hidup di dunia, yang meliputi : pola pikir, cara berpikir dan bertingkah laku, amaliah ibadah baik yang fardhu maupun yang sunah. Nah,,,,,, kalo kita bagaimana ??????    sudah belum ????????

Shobat-shobatku yang selalu merindukan syurga,
Pola pikir yang sehat adalah pola pikir yang sesuai dengan Al qur’an. Pola pikir yang terbimbing oleh Allah. Dan sebagai generasi yang terpilih, marilah kita jauhkan diri kita dari berpikir yang bebas yang mengarahkan diri pada kesesatan, kemusyrikan dan penentangan terhadap Al qur’an. NA’UDZUBILLAHI MIN DZALIK

Saudara-saudaraku yang terhebat,
Sebagai generasi yang terpilih, cara bersikap dan bertingkah laku juga harus berpedoman pada Al qur’an lo ??????, dengan kata lain, kita memelihara akhlak qur’ani.
Nabi Muhammad SAW adalah cerminan akhlak qur’ani, kemulian akhlaknya adalah pancaran dari nilai-nilai Al qur’an yang mulia. Dengan mengikuti Nabi Muhammad SAW berarti kita berakhlak Al qur’an. Kita berbakti kepada orang tua, menyayangi keluarga, menghormati tetangga, mendo’akan sesama muslim adalah akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Shobat muslim yng berbahagia,
Kita harus selalu istiqomah dalam memelihara amaliah ibadah baik yang fardhu maupun yang sunah. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah “ISTIQOMAH KHAIRUN MIN ALFI KAROMAH”, dan hanya mengharap ridho dari Allah SWT.
Kita menjalankan yang wajib itu sudah pasti, betul tidak ?????
Tapi memelihara yang sunah itu kadang terlupakan, padahal yang sunah ini sebagai pelengkap apabila ada kekurangan pada ibadah yang fardhu.
Para kekasih Allah selalu memelihara yang sunah dan ia merasa kesunahan itu wajib baginya.
Nah, sekarang yang menjadi pertanyaannya,,,,,
Apakah kita sudah melakukan seperti itu ??????
Jawabannya ya ada pada diri kita sendiri.

Shobat muslim yang selalu menjaga hati,
Intinya, Menjadikan Al qur’an sebagai pedoman hidup itu, berarti kita harus mempelajarinya dan mengamalkannya. Karena “KHOIRUKUM MAN TA’ALLAMAL QUR’AN WA’ALLAMAHU”       -sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al qur’an dan mengajarkannya-

Jama’ah,,,,,,,,
O,,,,,,,, jama’ah ,,,,,,

Islam itu memang indah, dan selalu memuliakan umatnya yang bersungguh-sungguh mempelajari Al qur’an dengan istiqomah.

Pada akhirnya, kami mengajak .... wahai saudara-saudaraku “sumonggo kulo lan panjenengan ndadosaken Al qur’an kagem tuntunangin gesang”.

Demikianlah yang dapat ......... sampaikan, kurang dan lebihnya ........ mohon ma’af.
Dan jangan lupa, selalu belajar Al qur’an dan mengamalkannya.

FASTABIQUL KHAIRAT

WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB


Selamat datang di blog RUMAH BACA, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!!