.quickedit{ display:none; }
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2014

Peran Dan Tantangan Kepala Sekolah*

Ahmad Baedowi
Peran Dan Tantangan Kepala Sekolah Dalam menghadapi keadaan global, dunia pendidikan kita (sekolah) dihadapkan pada tuntutan untuk melahirkan murid/siswa yang memiliki karakter yang baik serta daya saing akademis. Baik guru maupun Kepala Sekolah merupakan aktor pertama dan utama dalam menyahuti tantangan tersebut. Guru secara khusus mempunyai peran penting dalam mewujudkan pembelajaran bermutu dan efektif di ruang kelas (effective class), sedangkan Kepala Sekolah mempunyai tugas yang lebih luas dari pada guru, yaitu mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu secara lebih luas di tingkat sekolah.
Keberhasilan mereka dalam menjalankan fungsinya dipengaruhi oleh kemampuan professional, sikap dan orentasi; kesejahteraan, dan fasilitas serta komitmen terhadap visi dan misi. Sebagai pimpinan, Kepala Sekolah disyaratkan mempunyai sikap, orientasi, wawasan ke depan, dan kemampuan diri dalam memahami persoalan, mengorganisasi sumber daya, dan membangun jaringan untuk melahirkan sekolah (pendidikan) bermutu (effective/excellent school) (Lihat Beare, Cadwell & Millikan, 1990). Beberapa masalah yang harus mendapat perhatian kita setidaknya menyangkut pola rekrutmen Kepala Sekolah serta peran dan fungsinya.
Sejauh ini setidaknya ada dua jenis pertimbangan atau dasar dalam merekrut tenaga kependidikan (i) obyektif dan (ii) subyektif. Dalam pendekatan pertama, rekrutmen tenaga pendidikan didasarkan pada faktor-faktor seperti kebutuhan personel menurut fungsi, kompetensi, kualifikasi dan kemampuan seseorang. Sedangkan dalam pendekatan kedua, seseorang direkrut atas dasar pertimbangan kekeluargaan, perkoncoan atau faktor suka tidak suka, bukan atas dasar kemampuan dan kompetisi yang sehat. Dalam arena politik, misalnya, pendekatan kedua dapat difahami dari bentuk jual beli suara (money politics).
Pendekatan obyektif disebut juga dengan “Merit System” (merit). Pendekatan merit, secara internasional, merupakan standar yang digunakan untuk mendapatkan orang-orang yang layak dan kompeten. Pendekatan tersebut merupakan cara yang kontibutif terhadap pencapaian tujuan. Di Indonesia, meski pemerintah menggariskan kebijakan dengan acuan pada sistem merit, namun praktek lebih sering bertolak belakang (subyektif). Misalnya, UU No. 22 tentang desentralisasi, telah memberikan kewenangan kepada Bupati untuk merekrut personel berdasarkan sistem merit, namun nepotisme masih lebih banyak diterapkan. Praktek seperti inilah yang akan menghancurkan efektifitas dan efisiensi pembangunan di daerah.
Dalam pandangan konvensional, fungsi dan tugas Kepala Sekolah terkonsentrasi kepada penanganan administrasi. Oleh karenanya, sering kita temukan, rekrutmen dan promosi Kepala Sekolah lebih ditekankan pada kemampuan menata administrasi semata. Padahal Kepala Sekolah mempunyai peran penting dalam mewujudkan pembelajaran bermutu (effective teaching). Beberapa studi mengungkapkan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin harus memainkan peran bagi pembelajaran siswa (leaders for student learning). Kepala sekolah seharusnya mengetahui materi pembelajaran (academic content), pendekatan atau metoda pembelajaran (pedagogic), oleh karena itu ia harus memberikan dampingan kepada guru (supervisi). Kepala sekolah bekerja sama dengan guru meningkatkan keterampilan dalam mengelola kelas. Kepala sekolah bersama guru mengumpulkan dan menganalisis informasi sebagai dasar dalam menetapkan jenis program/kegiatan dan strategi peningkatkan mutu pembelajaran. Juga kepala sekolah bertugas membangun kerjasama dengan orang tua murid, tokoh masyarakat, organisasi sosial termasuk organisasi kepemudaan, kelompok bisnis dan lainnya untuk meningkatkan performansi murid dan sekolah.
Selain itu, sebagai manajer dan pemimpin, kepala sekolah harus memiliki kemampuan memimpin untuk menjalankan kewenangan dan keotonomiannya mencari, memilih dan menetapkan strategi-strategi pengembangan sekolah. Ia dihadapkan tidak hanya pada persoalan-persoalan administratif juga efisiensi dan efektifitas penggunaan atau pemanfaatan sumber daya. Beberapa hasil penelitian menunjukan peran penting kepala sekolah, yaitu: merestruktur sekolah, melakukan perubahan dan perbaikan, membangun kerjasama dengan masyarakat (partisipasi masyarakat), dan terhadap proses dan hasil pembelajaran murid. Pembelajaran yang bermutu tidak akan terjadi tanpa adanya kepemimpinan. Kepala sekolah dapat melakukan berbagai kegiatan untuk membangun sinergi dan jaringan dengan masyarakat untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan sekolah (pendidikan).
Oleh sebab itu, untuk menyahuti tantangan ke depan diperlukan seorang pimpinan (kepala sekolah) yang visioner. Yaitu seseorang yang karismatik karena ia mempunyai empat kemampuan, yaitu (a) menerjemahkan visi dalam tindakan nyata secara sistematis, (b) menjelasksn visi kepada pihak lain, (c) kemampuan menerapkan visi dalam rentetan kegiatan sejalan keragaman situasi yang dihadapi, serta (d) menjabarkan visi untuk pelbagai keadaan, dengan pelbagai cara dan lingkup yang lebih luas.
Dalam konteks pengembangan kurikulum 2013, tugas, peran dan fungsi kepala sekolah tersebut seharusnya dilahirkan dari mekanisme pendidikan berjenjang, bukan semata dari pengalaman mengajar. Karena kurikulum 2013 memerlukan seorang kepala sekolah yang mampu mengimplementasikan seluruh pendekatan pedagogik dan andragogik sekaligus, baik terhadap guru dan juga seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sekolah. Kemampuan dan keterampilan kepala sekolah yang dilahirkan dari sebuah proses pendidikan secara khusus diharapkan mampu memahami keragaman bahasa dan budaya, aspek akademik dan sosial dunia sekolah, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan membangun kerjasama/jaringan dengan elemen masyarakat (Thurston, Clift & Snacht: 1993).
Dengan demikian program pendidikan untuk kepala sekolah sangat dibutuhkan karena mengandung kegiatan magang (internship) agar peserta dapat menyelami persoalan nyata yang dihadapi sekolah. Kurikulum program leadership sekolah memberi kepala sekolah bekal keahlian (metodologi) untuk memahami dan menjalankan penelitian pendidikan. Kemampuan dan sikap tersebut di muka dimaksudkan untuk membekali kepala sekolah mengemban fungsi profesional sebagai manager, pemimpin pembelajaran/fasilitator program, fasilitator/motivator hubungan sekolah dengan masyarakat, visioner dan pemecah masalah.
*http://kickandy.com/friend/1/37/2639/read/Peran-Dan-Tantangan-Kepala-Sekolah 

Selasa, 03 September 2013

HATIKU

Sebenarnya banyak hal yang ingin kucapai, tetapi aku juga  harus bersabar dan berusaha untuk menggapainya satu per satu karena aku juga percaya bahwa Allah akan menolong Hambanya yang bersungguh-sungguh.
MAN JADA WA JADDA

Minggu, 19 Mei 2013

Solusi Pendidikan

Konsep Sekolahnya Manusia.
Sekolah Impian kita semua yang bertujuan memajukan Mutu Pendidikan Indonesia. Agar dapat bersaing dengan Negara-negara di Dunia.
Konsep ini perlu dipelajari oleh para pelaku pendidikan di negeri ini.

Senin, 29 April 2013

ANAK DAN ORANG TUA

Orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan kareakter seorang anak. karena telah disebutkan bahwa setiap anak yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah, yang membuah dia nasrani, yahudi maupun majusi ialah orang tuanya. Orang tua merupakan seorang tauladan pertama bagi seorang anak. karena yang pertama kali dilihat oleh anak adalah orang tua mereka. tingkah laku dan cara bicaranya akan ditirukan oleh anaknya.

Jumat, 29 Maret 2013

Hati - Hati

Lidah memang tak bertulang. Mudah sekali untuk digoyangkan Di Akherat itu nanti lidahmu tidak akan terkunci. Anggota yang lain akan berkata jujur

WISUDAKU

MY FRIENDS MY FRENDS

Rabu, 27 Februari 2013

Mulutmu Harimaumu

Benar kalo lidah itu tak bertulang. karena banyak sekali orang-orang yang mengatakan apa yang tidak ia lakukan. dan mengatakan sesuatu yang belum tentu benar kebenarannya. yang lebih parah lagi, mereka yang mengaku sebagai seorang muslim. sering kali mengatakan kebohongan dengan mengatakan bahwa itu seakan-akan benar. Na'udzubillah.

Sabtu, 01 Desember 2012

KATA HATI

Sekarang ini, rasanya hatiku ingin menjerit melihat keadaan teman-temanku. Mereka telah jauh melangkah, tapi aku belum bisa mengajaknya kembali. Aku hanya bisa berdo'a kepada Allah. Semoga mereka selalu diberikan kekuatan untuk menjalani hidupnya dan segera disadarkan dari kelalaiannya. Karena masih banyak yang harus dikerjakan, diusia mudanya yang sangat indah, dan usia muda yang tak akan pernah kembali lagi,masa muda itu adalah masa untuk kita nerkarya, masa untuk kita mengukir prestasi dan cita-cita.

Sabtu, 17 November 2012

KENANGANKU



PERGAULAN

Ternyata pergaulan itu dapat menyebabkan perubahan sikap seseorang. Pola pergaulan yang cenderung negatif, maka akan membawa kita pada sikap yang negatif pula. Banyak sekali contoh dapat kita lihat di sekitar kita. Ini contoh sederhana saja. Dulu aku mengenal dia sebagai gadis yang sangat santun dan muslimah, menutup aurat dengan baik serta taat beribadah, jujur saja dulu aku mengagumi kepribadian dan pendiriannya. Namun sekarang, tak tahu kenapa menurutku dia telah berubah 180 derajat. tadi aku melihatnya dengan rambut yang terurai indah, tanpa jilbab yang dulu setia menutupi mahkotanya. sebenarnya aku sedikit kecewa padanya, tapi apa hak ku. Aku bukan siapa-siapanya. Aku hanya berpendapat, mungkin perubahannya itu karena pola pergaulannya di luar sana. dulu dia berjilbab dan santun ketika masih duduk di bangku sekolah, sekarang setelah lulus dari sekolah, jilbab pun juga diluluskannya. Aku berdo'a kepada Allah. Semoga dia tetap sama seperti gadis yang aku kenal dulu, meskipun kita tanpa jilbabnya yang cantik.

MY MEMORY

Minggu, 07 Oktober 2012

CINTA

CINTA .... ? Sebuah kata yang sangat sakral bagi kaum muda. Apalagi kaum muda jaman sekarang. Seakan-akan Cinta itu adalah nyawa bagi hidupnya. Cinta menurut kaum muda adalah sebuah perasaan yang dimiliki/perasaan suka terhadap seseorang yang mereka anggap baik. Tanda-tanda Cinta itu datang ialah ketika kita merasa debar-debar di hati/merasa senang jika bertemu dengan seseorang. Tapi Cinta Tak hanya itu saja, Cinta itu bisa juga perasaan senang/sayang kita kepada orang lain, orang tua, dan yang terpenting ialah persaan senang kepada Sang Pencipta.

TA'ARUF CINTA

Apa itu ta’aruf? Ta’aruf dalam makna umum yang kita ketahui bersama adalah perkenalan, lalu kemudian makna ini dipersempit menjadi proses perkenalan menuju pernikahan dikalangan aktivis dakwah. Proses ta’aruf yang digunakan sebagai jalan menuju pernikahan tentulah bukan proses seperti orang pacaran atau istilah PDKT (pendekatan). Tapi kemudian proses ini dibingkai sedemikian rupa sehingga nilai ibadah dari proses hingga menuju pernikahan tetaplah terjaga. Dan pastinya proses taaruf yang dibingkai dengan syariat ini bukanlah seperti “taaruf”nya ustadz-ustadz selebriti di tipi. Proses ini tidak mengenal yang namanya saling sms-an apalagi bbm-an, dua-duaan jalan-jalan apalagi baca quran, belum lagi sering cheting dan fecebookan dengan bingkai taaruf yang berujung tidak jauh beda dengan yang namanya pacaran. Walaupun ngebangunin buat tahajud malam, tetap saja ini bukanlah sebuah proses yang syar’I menuju pernikahan. Ta’aruf, nikah tanpa cinta? Berarti ta’aruf itukan menikah tanpa ada cinta? Pastilah akan meuncul pertanyaan yang sangat besar didalam benak. Nah, sebelum dibahas lebih jauh, baca bismillah dulu. Semoga setelah membaca sedikit penjelasan singkat ini pacarnya mau diputusin, atau kalau sering sms-an ama ikhwan atau ikhwat bisa disadari bahwa itu bukanlah cinta tapi justru menghapus cinta bahkan bisa menjadi nista. Ketika kita berbicara tentang cinta, maka kita akan menemukan sesuatu yang abstrak didalamnya. Apakah benar cinta itu karena cantik, karena harokinya luar biasa, karena pintar, atau karena alasan-alasan lainnya? Atau itu justru sebenarnya lebih kepada rasa suka yang dibalut oleh hawa nafsu semata, karena ketika hal-hal kita sukai tersebut tak kita dapati lagi maka hilang pulalah rasa suka tersebut. Lalu bagaimana mungkin seseorang itu bisa menikah tanpa cinta? Yang kita pahami selama ini adalah bahwa rasa cinta itu ada pada suatu pertemuan dimana membuat jantung berdebar kencang dan dada terasa sesak dibuatnya, padahal itu bukanlah cinta.Bisa saja Debaran jantung itu adalah salah satu Trik Syetn untuk menumbuhkan/menyuburkan NAfsu kita. Sudah banyak juga contoh dari hasil pernikahan yang diawali dari Ta'aruf yang kedua belah pihak belum pernah bertemu dan bahkan belum tumbuh perasaan cinta. Kalo kita melakukan Ta'aruf karena Allah. Insya Allah cinta itu akan muncul dengan sendirinya dan perjalanan pernikahan itu akan lebih menyenangkan. ilmu ini saya peroleh dari buku "Agar Ta'aruf Cinta Berbuah Pahala" dan Insya Allah buku itu dapat kita jadikan salah satu Referensi dalam proses Ta'aruf maupun referensi kita untuk memulai Ta'aaruf dengan seseorang Allah swt mangatakan didalam Al Quran : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (an-Nuur : 26) Pernikahan merupakan ibadah yang memiliki tempat mulia di sisi Allah swt. Tak sedikit dalam bingkai syariat membicarakan tentang pernikahan, apakah itu di dalam Al Quran ataupun hadist-hadist Rasulullah saw. Ketika pernikahan ini berhubungan dengan ibadah maka ibadah tersebut hanyalah akan bernilai di sisi Allah swt jika sesuai dengan bingkai syariat yaitu bingkai Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak”. Tentunya kita tidak ingin serangkaian ibadah ini menjadi tertolak dikarenakan kita melakukan hal-hal yang tidak disandarkan pada Al Quran dan sunnah Rasulullah saw bukan hanya saat prosesi pernikahan saja tapi juga bagaimana jalan menuju pernikahan tersebut. Jika kita bersama mencoba untuk memahami apa arti cinta pada ayat di atas maka sejak kapankah cinta itu ada hingga kemudian Allah swt mempertemukan cinta itu dalam bingkai yang bernama pernikahan? Dan kemudian harus percayakah kita dengan proses yang namanya pacaran atau taarufan gaya ustadz selebritis yang ada? Dengan argument bahwa ini adalah proses memupuk cinta sebelum menuju pernikahan? Cinta itu ternyata telah ada jauh sebelum pernikahan itu ada. Allah swt akan mempertemukan orang-orang yang mencintai apa-apa yang sama-sama mereka cintai. Ketika sama-sama mencintai maksiat maka itulah yang menjadi landasan cinta mereka dan begitupula ketika sama-sama mencitai Allah swt maka itulah yang akan menjadi landasan cinta mereka sehingga tidak ada lagi hal yang perlu ditumbuhkan atau dipupuk dan justru hanya tinggal menuai hasil setelah proses pernikahan dilangsungkan. Jadi benarkah ta'aruf itu menikah tanpa cinta? Wallahualam Sumber : Islamedia Posted by Ade Permana

Kamis, 01 Desember 2011

SINOPSISKU


“Ya Allah, sebenarnya apa yang sedang kupikirkan, mataku sulit terpejam, hati pun terasa tak tenang”, gumamku dalah hati.
              “Aku tak bisa membohongi perasaanku, semakin kupikirkan perasaanku semakin sakit, bagaikan diiris-iris pisau tumpul yang tak henti”.
            “Jangan biarkan aku terbawa oleh perasaan ini, perasaan yang tak jelas yang membuat hati gundah”, tambahku.
            “Mir, ceritalah padaku,” pinta husen lagi yang semakin bingung melihatku.
            “Kita kan sudah kenal lama, jadi sudah seharusnya kita saling bantu, jika satu ada masalah maka yang satu juga akan membantu menyelesaikannya. Sama dengan kamu, kalau kamu ada masalah, maka aku akan bantu kamu semampuku”.
            Husen berusaha membujukkan supaya aku mau bercerita tentang masalahku. Tapi aku masih tak menghiraukannya.
            “Sen, bukannya aku gak mau menerima bantuanmu. Aku saja masih bingung dengan perasaanku sendiri. Beberapa hari ini, aku selalu gelisah. Perasaanku tidak tenang”, kataku menjelaskan. 
            “Aku selalu teringat keluargaku di rumah, sepertinya ayahku selalu memanggilku memimta aku untuk pulang sebentar. Aku bingung, apakah aku harus pulang atau tidak ?”.
            Keluargaku bukan termasuk keluarga kaya, tapi aku bahagia hidup dengan mereka. Karenamenurutku bahagia itu bukan dilihat dari harta tapi bahagia itu dilihat dari kita sendiri. Apakah kita nyaman dengan keluarga atau tidak.
            “Amir, kita memang orang yang pas-pasan, tapi ayah percaya kamu bisa meraih mmpimu-mimpimu. Ayah dan ibu sangat berharap kalau anak-anak ayah tidak mengulangi kehidupan ayah ini”. Pesan ayah padaku.
            Banyak sekali pesan ayah untukku. Pesan-pesan itu selalu kuingat untuk memotivasiku dalam belajar.
            “Banyaklah duduk dengan orang-orang besar. Banyakalh bertanya pada ulama. Dan bergaulalah dengan orang-orang bijak” (H.R. Ath Thabrani dari Abu Juhaifah)
            Pesan ayah sudah terpatri dalam pikiranku, ayah dan ibu adalah orang pertama yang memberiku motivasi untuk meraih cita-citaku. Orang tuaku memang tidak pandai tapi beliau bisa berpikir elebihi orang pandai.
            Besok adalah acara pawai ta’aruf memperingati Tahun Baru Hijriyah 1433 H. pawai ta’aruf yang diikuti oleh seluruh siswa-siswa dari SD s/d SMA se-kecamatan.
            “Sen, jadi ikut pawai to besok ?”, tanyaku pada sahabatku.
            “Liat aja besok”, husen tak begitu semangat menjawab pertanyaanku.
            Setiap tahun kami selalu mengikuti kegiatan pawai ta’aruf. Tapi pada tahun ini, rasa begitu beda. Entah karena apa, hatiku begitu semangat mengikuti kegiatan ini.
            “Sen ayo berangkat, kita sudah telat !”
            “Iya, sebentar !”.
            Kami berlari menuju sekolah yang kebetulan tak begitu jauh dari asrama.
            Dalam perjalanan pawai itu, aku melihat sosok gadis manis berkerudung putih, dia selau memberikan senyum kepada siapa saja yang ditemuinya. Subhanaallah, begitu indah dia. Semakin kuperhatiakan, perasaanku semakin tenang, sepertinya taka sing wajah itu. Hatiku mengatakan aku pernah kenal dengan dia ? tapi siapa dia. Aku tak mendapatkan jawabannya.
            Aku masih penasaran dengan paras cantik itu, senyumnya yang manis, wajahnya yang indah membuat hati yang melihatnya tak bias lupa. Terselip dalam pikiranku, foto masa kecil itu, rasanya tak jauh berbeda dengan gadis manis itu.
            “Apakah dia Farida, teman kecilku ?”.
            Banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam pikiranku, namun tak satu pun jawaban yang aku dapatkan. “Jika Firida, apakah dia masih mengenaliku ?”. pertanyaan-pertanyaan itu masih saja muncul bertubi-tubi.
            Farida memang sudah dewasa.kita berpisah sejak berumur 8 tahun. Aku duduk dibanku kelas dua SD dan dia di kelas satu. Farida pindah karena mengikuti orang tuanya yang dipindahtugaskan ke Surabaya. Semenjak itu kita jarang berkomunikasi, jadi wajar saja kalau kita tidak saling kenal.
            Farida ialah gadis yang sangat istimewa. Meskipun sudah lama tidak bertemu, dia masih saja sama dengan Farida kecil yang aku kenal. Gadis manis yang membuat orang terpesona jika melihatnya. Senyumnya bak senyum bidadari yang memancarkan sinar kebahagiaan.
            “Sen, aku baru saja melihat bidadari”, kataku terpesona.
            Husen melongo mendengarkan ucapanku. “Apa Mir, kamu melihat bidadari ? kamu lagi mimpi ya, mana ada bidadari jalan-jalan di bawah terik matahari, bidadari kesiangan kali, yang tadi malam begadang semalaman”. Jawabnya sembari mengejek.
            “Ya sudah kalau gak percaya”. Jawabku ringan.
            Kami melanjutkan perjalanan pawa ta’aruf yang baru dapat setengah jalan. Matahari memang menyengat, membuat cairan tubuh memancar deras keluar mengairi kulit yang kusam. Tapi aku tiadk merasakannya, karena senyum bidadari itu telah memberiku kesejukkan.
            Hari ini ada acara silaturrahim kelompok rohis antar sekolah dan aku terlibat di dalamnya. Acara sudah dimulai para peserta sudah mendaftar. Tak kusangka, aku melihat bidadari itu lagi. Dia masih tetap sama, gadis anggun yang lemah lembut.
            “Assalamu’alaikum”, sapaku memberanikan diri.
            “Wa’alaikum salam”, jawabnya lembut.
            Jantung berdebar semakin kencang kencang. Kuberanikn diri untuk memandang wajahnya yang indah. Kuulurkan tanganku untuk bersalaman. Dia hanya tersenyum tak mambalas.
            “Sepertinya kita pernah bertemu ?”, tanyaku mengawali obrolan.
            “Iya, aku juga merasa begitu, tapi dimana, kurang ingat”, jawabnya.
            Ternyata apa yang kurasakan sama dengan dia, kita merasa pernah saling kenal. Aku semakin yakin. Kalau dia benar-benar Farida. Aku berani memberanikan diri menebak namanya.
            “Kamu Farida ya ?” tanyaku ragu.
            Dia agak terkejut mendengar ucapanku.
            “Kamu kok tahu ?”, jawabnya.
            “Ini aku Amir, teman kecilmu dulu kitakan bertetangga, masih ingat ?” .
            “Masya Allah, aku hamper lupa, apa kabar ?”.
            “Alhamdulillah baik, gimana dengan mimpimu dulu ?”
            “ Oh … itu, alhamdulillah do’anya, sekarang aku sudah mendapatkannya”.
            Mendengar jawaban itu. Hatiku terasa pilu, jantungku seakan berhenti berdetak.  Bidadari yang kuimpikan selama ini ternyata telah menjadi milik orang lain. Mutiara putih yang aku cari telah ditemu oleh orang lain. Sungguh beruntung orang yang menemukannya. Aku masih belum percaya, bidadariku akan pergi lagi.
              
           

Selasa, 15 November 2011

HIDUPKU

Matahari terasa panas. Semilir angin pun juga mengikutinya. Memang pemanas global itu tidak menyenagkan. Hidup seperti di gurun pasir yang panas.

"Ya, Allah ini kah ujianMu untukku", gumamku.
Aku dan faris terus saja berjalan menusuri jalan yang juga tak bersahabat.

"Namanya saja musim kemarau, di mana ya tentu saja panas", kata faris.
"Jelas saja lah, namanya juga kemarau, tapi kan gak sepanas ini", balasku.

"Iya, Gun, aku tahu memang akhir-akhir ini panasnya begitu menyengat, aku saja rasanya ingin pingsan", balasnya
"Ini semua karena salah tangan jahil manusia, yang kurang senang dengan kesuburan", tambahku

"Termasuk kamu dong ", celetuknya.

Mukaku memarah mendengar ucapan faris, aku diam saja tak menghiraukannya.

"Kok sekarang no coment", tambahnya.
"Sudah lah, gak usah dibahas", jawabku ketus.

Aku dan faris terus berjalan, menuju rumah masing-masing.

"Sampai ketemu besok ya, gun"
"Ok"

Aku langsung masuk ke dalam rumah, dan sudah tak memperdulika Faris lagi.

*****
Hari in masih sama kemaren, matahari menyengat kepala, angin pun sembunyi.  
"Kapan akan berakhir", keluhku.





Selamat datang di blog RUMAH BACA, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!!