.quickedit{ display:none; }

Selasa, 15 Mei 2012

MAU KEMANA ?

Hari ini, aku telah dinyatakan lulus dari SMA. Mulai besok aku bukan lagi anak SMA yang setiap pagi meminta uang jajan ke pada ibu. Mulai besok aku harus mulai bisa memikirkan perjalanan hidupku selanjutnya. Merintis cita-cita yang telah kutetapkan sebagai jalan hidupku. "Alhamdulilah, Aku sudah Selesai Menyelesaikan Studiku di bangku SMA." Kataku senang. Aku berjalan pulang bersama teman-temanku yang juga telah lulus sekolah. Kami berjalan menyusuri jala desa. Sambil bersenda gurau kami menikmati perjalanan pulang dengan udara yang cukup panas. Jalan yang sudah beraspal tapi tinggal sebagian itu setiap hari kami lewati pulng pergi ke sekolah. tak terasa sudah tiga tahun aku dan teman-teman melewati jalan ini untuk menuntut ilmu. mulai sekarang aku harus mulai mikirkan hidupku, meraih cita-citaku yang lama telah ku tambatkan dalam pikiranku.Aku teringat pesan guruku saat aku akan menghadapi Ujian Nasional. "Sebenarnya kalian tidak bingung dengan Ujian Nasional, tapi kalian bingung akan kemana setelah Ujian NAsional, apakah hanya sekedar lulus dan itu sudah selesai. Disinilah masalh terberat kalian, kalian harus memikirkan mau kemana setelah lulus itu." Pesan itu selalu kuingat karena kini aku sedang mengalaminya, aku mulai bingung akan kemana setelah ini. Apakah aku akan tetap diam disini menunggu keajaiban ataukah aku harus bergerak cepat menyusun strategi meraih masa depan.

Jumat, 11 Mei 2012

PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno - Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. • Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. • Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut: 1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. 2. Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. 3. Saingan/kompetisi Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. 4. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun. 5. Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. 6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. 7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik 8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok 9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan 10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Oleh M. Sobry Sutikno *Penulis adalah Direktur Eksekutif YNTP for research and Development Kabupaten Sumbawa Barat – NTB (Tode Dasan, Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, KSB)

BAGAIMANA AGAR KITA SUKA DENGAN PELAJARAN DI SEKOLAH ?

Kalo berbicara tentang pelajaran di sekolah, pasti hanya sedikit orang yang meresponnya, karena sekarang siswa itu lebih tertarik berbicara tentang artis ngetop yang mereka idolakan atau mending ngobrol tentang lawan jenis yang mereka taksir. Itulah remaja jaman sekarang. Nah, ni aku punya beberapa tips yang bisa dijadikan sebagai tuntunan, supaya kita bisa menyukai pelajaran disekolah. Ini sesuai dengan pengalaman pribadiku semasa sekolah, agar kita bisa menyukai pelajaran di sekolah itu ada beberapa caranya. antara lain : 1. Mulailah kita menyukai guru yang mengajar mapel itu. menyukai disini tak harus menyayangi selayaknya pacar. tapi cukup menghormati, mengagumidan kalo bisa menjadikannya tauladan kita dalam belajar. 2. Dengan kita menyukai guru tersebut, secara perlahan kita juga akan menyukai pelajaran yang dia ampu, soalnya kan bisa tengsin kalo gak dapet nilai bagus di pelajaran yang diampu guru yang kita sukai,secara perlahan kita juga akan mulai termotivasi untuk belajar/menguasai materi yang diajarkan. 3. Jika poin 1 dan 2 itu sudah berjalan tertib, maka kita akan mendapat hasil yang kita harapkan. Yaitu dapat nilai bagus, dan kita merasa puas dengan apa yang kita dapat. setelah itu kita akan bersemangat belalajr, agar selalu mendapatkan nilai bagus. Inilah tips sederhana dari ku. Semoga bermanfaat untuk temen-temen yang masih belajar khususnya di bangku sekolah. GOOD LUCK

Senin, 09 April 2012

Jika Masih Ada yang Mengeluh dengan Kekurangan Diri Sendiri, baca ini!!



Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun hal ini terjadi setiap hari, Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak bangga akan prestasinya karena sudah melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan yang retak itu merasa malu akan ketidaksempurnaannya dan merasa sangat sedih karena ia hanya bisa memberikan setengah porsi yang seharusnya dapat ia berikan. Setelah dua tahun tertekan akan kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan saya ingin mohon maaf kepadamu.” “Kenapa?” Tanya si tukang air. “Selama dua tahun ini saya hanya mampu membawa setengah porsi air yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan yang telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” Kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak dan dalam belas kasihannya ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan kita besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya bocor, dan kembali si tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata pada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu sedangkan tak ada bunga di sisi tempayan yang tidak retak. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sisimu, dan setiap hari ketika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita takkan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”


Kesimpulan :

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Allah akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasNya. Di mata Allah yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita dapat menemukan kekuatan kita.
Selamat datang di blog RUMAH BACA, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!!