blogku, motivasiku, untuk selalu belajar dan belajar... berusaha menjadi manusia selalu bermanfaat bagi orang lain
Jumat, 11 Mei 2012
BAGAIMANA AGAR KITA SUKA DENGAN PELAJARAN DI SEKOLAH ?
Kalo berbicara tentang pelajaran di sekolah, pasti hanya sedikit orang yang meresponnya, karena sekarang siswa itu lebih tertarik berbicara tentang artis ngetop yang mereka idolakan atau mending ngobrol tentang lawan jenis yang mereka taksir. Itulah remaja jaman sekarang.
Nah, ni aku punya beberapa tips yang bisa dijadikan sebagai tuntunan, supaya kita bisa menyukai pelajaran disekolah.
Ini sesuai dengan pengalaman pribadiku semasa sekolah, agar kita bisa menyukai pelajaran di sekolah itu ada beberapa caranya. antara lain :
1. Mulailah kita menyukai guru yang mengajar mapel itu. menyukai disini tak harus menyayangi selayaknya pacar. tapi cukup menghormati, mengagumidan kalo bisa menjadikannya tauladan kita dalam belajar.
2. Dengan kita menyukai guru tersebut, secara perlahan kita juga akan menyukai pelajaran yang dia ampu, soalnya kan bisa tengsin kalo gak dapet nilai bagus di pelajaran yang diampu guru yang kita sukai,secara perlahan kita juga akan mulai termotivasi untuk belajar/menguasai materi yang diajarkan.
3. Jika poin 1 dan 2 itu sudah berjalan tertib, maka kita akan mendapat hasil yang kita harapkan. Yaitu dapat nilai bagus, dan kita merasa puas dengan apa yang kita dapat. setelah itu kita akan bersemangat belalajr, agar selalu mendapatkan nilai bagus.
Inilah tips sederhana dari ku. Semoga bermanfaat untuk temen-temen yang masih belajar khususnya di bangku sekolah.
GOOD LUCK
Senin, 09 April 2012
Jika Masih Ada yang Mengeluh dengan Kekurangan Diri Sendiri, baca ini!!
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun hal ini terjadi setiap hari, Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak bangga akan prestasinya karena sudah melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan yang retak itu merasa malu akan ketidaksempurnaannya dan merasa sangat sedih karena ia hanya bisa memberikan setengah porsi yang seharusnya dapat ia berikan. Setelah dua tahun tertekan akan kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan saya ingin mohon maaf kepadamu.” “Kenapa?” Tanya si tukang air. “Selama dua tahun ini saya hanya mampu membawa setengah porsi air yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan yang telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” Kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak dan dalam belas kasihannya ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan kita besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya bocor, dan kembali si tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata pada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu sedangkan tak ada bunga di sisi tempayan yang tidak retak. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sisimu, dan setiap hari ketika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita takkan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Kesimpulan :
Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Allah akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasNya. Di mata Allah yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita dapat menemukan kekuatan kita.
PENDIDIKAN KARAKTER
pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.
Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.
Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.
Selain itu pendidikan karakter nantinya juga bisa membina karakter anak-anak Indonesia yang hebat. saat ini, karakter anak Indonesia kurang menunjukkan hal yang positif, masih banyak anak Indonesia yang melakukan pelanggaran-pelangaran, baik di sekolah, di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan keluargnya.
Sungguh sangat ironis sekali, Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, namun kadar keimanan mereka bisa dikatakan masih rendah. keadaan ini menunjukkan bahwa karakter baik muslim Indonesia belum sepenuhnya terwujud dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Pendiidkan karakter tak hanya diterapkan pada sekolah formal saja, namun juga bisa dilaksanakan pada pendidikan non formal dan informal dengan melibatkan seluruh warga masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dan keluarga dapat melakukan monitoring terhadap anak-anak yang mereka temui. Hali in sangat penting, untuk mencapai dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.
Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.
Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.
Selain itu pendidikan karakter nantinya juga bisa membina karakter anak-anak Indonesia yang hebat. saat ini, karakter anak Indonesia kurang menunjukkan hal yang positif, masih banyak anak Indonesia yang melakukan pelanggaran-pelangaran, baik di sekolah, di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan keluargnya.
Sungguh sangat ironis sekali, Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, namun kadar keimanan mereka bisa dikatakan masih rendah. keadaan ini menunjukkan bahwa karakter baik muslim Indonesia belum sepenuhnya terwujud dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Pendiidkan karakter tak hanya diterapkan pada sekolah formal saja, namun juga bisa dilaksanakan pada pendidikan non formal dan informal dengan melibatkan seluruh warga masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dan keluarga dapat melakukan monitoring terhadap anak-anak yang mereka temui. Hali in sangat penting, untuk mencapai dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sabtu, 07 April 2012
Perbedaan antara Cinta dan Nafsu
Cinta dan nafsu terkadang sulit untuk di bedakan. Hal ini dikarenakan oleh keterkaitan dua hal tersebut dengan emosi dan perasaan. Cinta sangat melekat dengan perasaan individual sedangkan nafsu lebih menekankan pada kehendak yang kuat. Namun bukan berarti cinta dan nafsu tidak dapat dibedakan.
Perbedaan antar cinta dan nafsu terlihat pada tindakannya. Ketika seseorang benar-benar mencintai pasangannya maka seharusnya hanya ada satu benak saja dalam pikirannya yaitu bagaimana caranya agar saya menunjukkan rasa cinta saya dengan memberikan yang terbaik bagi pasangan saya,? Bukan, bagaimana caranya agar dia memuaskan ‘nafsu’ saya?.
Masa awal pacaran merupakan masa penjajakan dan masa yang paling indah. Di sinilah cinta dan nafsu tersamar dengan baik. Jika memang ia mencintai pasangannya, tentu hal-hal yang berbau nafsu agak canggung untuk dilakukan. Pasangan yang baik tidak akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan pasangannya apalagi membujuk pasangannya untuk memenuhi nafsunya. Namun jika memang tujuan awal berpacaran adalah nafsu maka tidak ada cinta yang sesungguhnya di antara mereka melainkan hanya ada apa yang di kenal dengan ‘cinta satu malam’.
Cinta memikirkan konsekuensi sedangkan nafsu tidak memikirkan akibat dari tindakannya. Jika memang atas nama cinta pikirkanlah dengan baik apa konsekuensinya yang terburuk dan pikirkan juga apakah anda rela untuk memberikan konsekuensi itu kepada pasangan yang anda cintai. Jika anda rela memberikan konsekuensi itu kepada pasangan anda maka anda hanya bernafsu dan tidak mencintai. Jika memang atas nama cinta maka ia akan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar nafsu itu menjadi indah pada waktunya.
Cinta dan nafsu adalah dua hal yang sangat berbeda namun saling berkaitan. Cinta sejati memberikan amunisi bagi nafsu namun nafsu tidak penah memberikan amunisi bagi cinta. Cinta yang baik membawa bahagia dan suka cita yang berkepanjangan sedangkan nafsu membawa bahagia dan suka cita yang singkat.
Perbedaan antar cinta dan nafsu terlihat pada tindakannya. Ketika seseorang benar-benar mencintai pasangannya maka seharusnya hanya ada satu benak saja dalam pikirannya yaitu bagaimana caranya agar saya menunjukkan rasa cinta saya dengan memberikan yang terbaik bagi pasangan saya,? Bukan, bagaimana caranya agar dia memuaskan ‘nafsu’ saya?.
Masa awal pacaran merupakan masa penjajakan dan masa yang paling indah. Di sinilah cinta dan nafsu tersamar dengan baik. Jika memang ia mencintai pasangannya, tentu hal-hal yang berbau nafsu agak canggung untuk dilakukan. Pasangan yang baik tidak akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan pasangannya apalagi membujuk pasangannya untuk memenuhi nafsunya. Namun jika memang tujuan awal berpacaran adalah nafsu maka tidak ada cinta yang sesungguhnya di antara mereka melainkan hanya ada apa yang di kenal dengan ‘cinta satu malam’.
Cinta memikirkan konsekuensi sedangkan nafsu tidak memikirkan akibat dari tindakannya. Jika memang atas nama cinta pikirkanlah dengan baik apa konsekuensinya yang terburuk dan pikirkan juga apakah anda rela untuk memberikan konsekuensi itu kepada pasangan yang anda cintai. Jika anda rela memberikan konsekuensi itu kepada pasangan anda maka anda hanya bernafsu dan tidak mencintai. Jika memang atas nama cinta maka ia akan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar nafsu itu menjadi indah pada waktunya.
Cinta dan nafsu adalah dua hal yang sangat berbeda namun saling berkaitan. Cinta sejati memberikan amunisi bagi nafsu namun nafsu tidak penah memberikan amunisi bagi cinta. Cinta yang baik membawa bahagia dan suka cita yang berkepanjangan sedangkan nafsu membawa bahagia dan suka cita yang singkat.
Langganan:
Postingan (Atom)

